oleh

Patuh Prokes di Libur Natal dan Tahun Baru

SatuTinta.com, Bengkulu – Jelang libur Natal dan Tahun Baru 2021, kasus positif covid-19 di Bengkulu terus membengkak dan belum menunjukkan fenomena menurun. Liburan yang identik dengan kerumunan dikhawatirkan akan menjadi pemicu angka penyebaran covid-19 kian tak terkendali.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief menyatakan sependapat dengan sejumlah daerah di Bengkulu yang telah mengambil kebijakan larangan perayaan tahun baru sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Sebaiknya memang semua harus menahan diri untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan. Perayaan apapun yang mengundang kerumunan sebaiknya memang ditiadakan,” kata Riri Damayanti John Latief, Senin (21/12/2020).

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, meskipun berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, namun angka penambahan kasus covid-19 tetap tinggi.

“Yang perlu dikhawatirkan adalah diabaikannya protokol kesehatan saat libur panjang sehingga besar potensinya menjadi klaster penyebaran baru. Bukan berarti saya menganggap perayaan Natal dan Tahun Baru tidak boleh digelar karena itu adalah hak, tapi tolong perhatikan protokol kesehatan,” ungkap Riri Damayanti.

Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu ini menekankan, meski ia setuju liburan tahun baru ditiadakan, namun ia berharap agar pemerintah tetap memberikan waktu libur pengganti.

“Liburan tetap penting untuk penyegaran energi dan semangat. Dan saat-saat seperti ini yang diperlukan para pekerja untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan mengumpulkan kembali optimisme sebelum melangkah lebih jauh. Makanya liburan jangan ditiadakan. Ganti waktunya saat pandemi telah dipastikan tidak lagi menjadi ancaman yang serius,” tutur Riri Damayanti.

Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur ini menambahkan, keselamatan dan kesehatan rakyat adalah kepentingan utama di atas semua kepentingan lainnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Ini memang tidak mudah. Ada potensi yang hilang saat liburan ditiadakan. Misalnya di sektor pariwisata yang tadinya mungkin jadi harapan untuk menggerakkan roda ekonomi. Tapi saya optimis masyarakat sudah cerdas dan bisa menahan diri, apalagi dalam keadaan seperti saat ini,” demikian Riri Damayanti.

Data terhimpun, kekhawatiran akan penyebaran covid-19 di Bengkulu sangat beralasan. Juma’at (18/12/2020) kemarin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu, Herwan Antoni, mengumumkan bahwa Kabupaten Bengkulu Tengah kembali masuk ke zona merah penyebaran Covid-19 dengan bertambahnya kasus baru di daerah ini.

Sebelumnya, Kota Bengkulu telah lebih dulu berada di zona merah. Sementara, 8 kabupaten lainnya masih berada di zona orange dan kuning.

Per tanggal tersebut, data kasus Covid-19 di Provinsi Bengkulu, tercatat sebanyak 2.779 orang, pasien sembuh 1.814 orang dan pasien dinyatakan meninggal dunia sebanyak 100 orang. Sedangkan sisanya masih menjalani perawaran di RSU Yunus Bengkulu. [M2]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed