oleh

Senator Riri Bersama-sama Melawan Narkoba

SatuTinta.com, Bengkulu Utara –  Baru-baru ini, seorang warga Desa Karang Tinggi Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Utara ditangkap Polsek Ketahun yang diduga telah menyalahgunakan narkoba.

Mendengar hal itu, Anggota DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief  mengungkapkan kesedihannya, passalnya Pandemi Covid-19 belum usai, peredaran narkoba terus terjadi.

Ia sangat berharap, peredaran dan penggunaaan narkoba dapat dihentikan, karena itu sangat berbahaya.

“Tanamkan dari diri kita, narkoba itu merusak dan berbahaya. Dan ajak keluarga kita dan orang-orang terdekat kita untuk tidak menggunakannya,” ajak Senator Riri, Jumat (5/2/2021).

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Provinsi Bengkulu ini mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama melawan peredaran narkoba di Bengkulu.

Sebelumnya, penangkapan warga Desa Karang Tinggi Kecamatan Karang Tinggi oleh Polsek Ketahun berawal dari informasi masyarakat. UG (34) kesehariannya supir pengangkut batu bara.

UG diamakan pada pada (4/2/2021) lalu di Dusun Air Dabu Desa Pasar Ketahun Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara sekira pukul 16.00 WIB. Ia diamankan pada saat melakukan perjalanan menuju Kota Bengkulu untuk mengantar batu bara.

Kapolsek Ketahun, Iptu Indro Witayuda Prawaira S.T.K.,S.I.K, pada Jumat (5/2/2021) menjelaskan penangkapan pelaku berasal dari informasi dari masyatakat. Kanit Reskim beserta anggota Polsek Ketahun langsung melakukan penyelidikan dan penggeledahan terhadap terduga pelaku pada saat sedang mengemudi mobil jenis dump truk, dan ditemukan 2 bungkus paket narkotika jenis sabu.

“Pada saat melintas di wilayah Ketahun, pelaku kami amankan kemudian kami lakukan penggeledahan, dan ditemukan 2 dua paket sabu yang diselipkan di bagian dalam spidometer,” jelas Kapolsek.

Ditambahkan Kapolsek, pelaku mengaku membeli narkotika jenis sabu untuk dikonsumsi sendiri dan tidak untuk diperjualbelikan. Untuk barang bukti sudah diamankan di Polsek Ketahun.

“Kasus ini masih akan dilakukan pengembangan untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam,” pungkasnya.

Dari keterangan pelaku, dirinya sudah lama mengkonsumsi barang haram tersebut. Pelaku mengaku hanya mengkonsumsi barang haram tersebut dan tidak diperjual belikan ataupun dibagikan dengan rekan-rekannya. Barang haram tersebut didapatkannya dari Kota Bengkulu dengan sistem peta.

“Saya memakai dari bujang, barang saya dari bengkulu dengan sistem peta. Saya pakai sendiri,” kata pelaku kepada media pedomanbengkulu.com.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal tindak pidana penyalahgunaan narkotika yang tercantum dalam pasal 113 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed