oleh

Senator Riri Harap Ada APD untuk Siswa Belajar Tatap Muka

SatuTinta.com, Bengkulu – Sebanyak 17 di antara 37 Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Mukomuko, yang sebelumnya belajar secara daring karena ada warga sekolah positif COVID-19 saat ini kembali mengadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

“Kini sekolah yang kemarin tutup rata-rata sudah buka lagi, jumlahnya sebanyak 17 sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko Ruslan di Mukomuko, Selasa (9/2/2021).

Sebanyak 37 sekolah yang tersebar di sejumlah wilayah itu, sebelumnya mengadakan kegiatan belajar mengajar secara daring karena ada warga sekolah yang terjangkit virus corona jenis baru itu.

Ia memastikan sejumlah warga sekolah, baik siswa, guru, maupun staf yang sebelumnya dinyatakan terjangkit virus corona saat ini telah sembuh atau tidak menjalani isolasi mandiri.

Ia mengatakan belasan sekolah tersebut harus mengadakan belajar tatap muka sebagai tindak lanjut bagi siswa kelas tinggi yang akan melaksanakan ujian dan melaksanakan program les.

Selain itu, menurutnya, paling tidak menjelang ujian kenaikan kelas, sekolah di daerah ini harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan mereka memproses kenaikan dan kelulusan siswa.

Terkait dengan pelaksanaan ujian sekolah tahun ini, pihaknya sampai sekarang belum menerima petunjuk secara teknis dari pemerintah pusat untuk melaksanakannya.

Ia mengatakan sekarang ini masih ada 20 SD hingga SMP di daerah ini yang masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring karena masa isolasi warga di sekolah ini yang terjangkit virus corona belum berakhir.

Selain itu, ada sejumlah sekolah di daerah ini yang mengadakan belajar secara daring karena belum siap menyediakan alat perlindungan diri (APD) untuk siswanya.

Sementara Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Hj Riri Damayanti John Latief, kembali mengungkapkan keprihatinannya dalam melihat realitas pendidikan di masa pandemi saat ini. Kondisi memprihatinkan tersebut, kata dia, akan nampak lebih jelas di daerah-daerah pelosok yang mengalami kendala untuk mengikuti pembelajaran secara online.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini berharap, belajar tatap muka yang dilakukan 17 sekolah di Kabupaten Mukomuko dapat menyiapkan APD untuk siswanya. Hal itu guna menghindari penambahan kasus baru di Kabupaten Mukomuko.

“Apapun caranya, belajar mengajar jangan berhenti. Penyesuaian-penyesuaian memang butuh terus dilakukan. Saya optimis tenaga pendidik kita mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan baru yang terjadi sekarang. Intinya dalam situasi apapun, pendidikan tetap harus berjalan dengan baik,” demikian Riri Damayanti. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed