oleh

Siap Menghadang Oligarki, Agus Jabo Masuk 10 Besar Kandidat Capres 2024

SatuTinta.com, Jakarta – Hasil survei Citra Opini Polling Study (COPS) yang digelar 12 hingga 20 Februari 2021 dan barusan dirilis ke publik sungguh mengejutkan. Tak dinyana Puan Maharani, politisi PDI Perjuangan yang sekarang menjabat sebagai Ketua DPR RI yang selama ini dianggap secara personalitas kalah jauh dengan calon-calon presiden yang digadang maju di Pemilu 2024 seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan tokoh muda lainnya, ternyata justru unggul.

Sebagai orang yang dinomorsatukan di PDI Perjuangan, keunggulan Puan Maharani harusnya tidak mengejutkan justru sewajarnya, terlebih bila mesin PDI Perjuangan sebagai partai mayoritas saat ini berjalan dengan baik.

Keterkejutan yang lain adalah munculnya nama baru dalam bursa calon pemimpin 2024 yaitu Agus Jabo Priyono (AJP). Walau hanya mendapatkan 4, 1 persen dan menempati urutan ke sepuluh, munculnya nama Agus Jabo Priyono membuktikan bahwa ada pergeseran dan perubahan dari rakyat arus bawah dalam memandang kelayakan kepemimpinan nasional di 2024 mendatang.

Sebagaimana kita tahu, pemilu 2024 bisa jadi adalah panggung untuk tampilnya para tokoh muda yang selama ini tak mendapatkan akses selayaknya dalam pertarungan menjadi RI 1. Presiden Jokowi terbukti sudah menyingkirkan tokoh-tokoh tua seperti Megawati, Jusuf Kalla, Prabowo dan seangkatan mereka dalam bursa calon presiden. Periode Jokowi sudah habis.

Kini saatnya tokoh-tokoh muda maju dengan segala kelebihan dan kekurangan. Agus Jabo Priyono yang dikenal sebagai aktivis dan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang selama ini jauh dari sorotan media mainstream, tak dinyana, sanggup meramaikan bursa calon pemimpin 2024 sebagaimana dirilis Citra Opini Polling Study (COPS) tentu adalah berita baru.

Direktur Eksekutif COPS, Ziyad Falahi sendiri mengatakan, pihaknya melakukan survei terhadap tokoh-tokoh muda yang merupakan elite petinggi partai politik dan aktivis untuk jadi pemimpin 2024. Hasilnya, nama Puan menempati puncak teratas dengan persentase 13,2 persen jika pemilu digelar hari ini.

“Nama kedua diisi Ganjar Pranowo dengan 8,2 persen dan diikuti Anies Baswedan dengan 8,1 persen,” kata Ziyad Falahi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (28/2/2021).

Posisi keempat ada politisi PDIP yang kini menjabat Komisaris Independen di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, Budiman Sudjatmiko dengan 7,2 persen. Sedangkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berada di posisi kelima dengan 6,2 persen.
Sosok Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempati posisi kelima dengan tingkat keterpilihan 5,5 persen. Di bawahnya ada Ketum PKB, Muhaimin Iskandar dengan 5,3 persen, Erick Thohir 5,2 persen, Sandiaga Uno 5,2 persen, dan kesepuluh ada Agus Jabo Priyono dengan 4,1 persen.

Nama tokoh muda selanjutnya ada aktivis Natalius Pigai dengan tingkat keterpilihan 3, 2 persen, Nadiem Makarim 2,7 persen, Gibran Rakabuming 2,7 persen, Giring Ganesha 2,4 persen, Grace Natalie 2,3 persen, Fadli Zon 2,3 persen, dan Fahri Hamzah dengan 2,1 persen.

“Untuk masyarakat yang tidak menentukan pilihannya ada 14,1 persen,” demikian Ziyad Falahi.

Sebagai opini publik, survei COPS ini patut dihargai, setidaknya mendorong masyarakat Indonesia untuk mengetahui calon-calon pemimpin 2024. Melihat hasil tersebut, kami, dari Partai Rakyat Demokratik (PRD), perlu bekerja lebih keras di tengah rakyat agar program-program politik kerakyatan PRD lebih dikenal luas rakyat dan menjadi keyakinan rakyat. Memang sudah selayaknya Agus Jabo Priyono di posisi itu bahkan seharusnya lebih, mengingat Agus Jabo Priyono adalah person dan pribadi yang juga mewakili gerak perlawanan terhadap kediktatoran Orde Baru yang memunculkan demokrasi yang dinikmati rakyat Indonesia, dan terus mendampingi perjuangan rakyat di era reformasi tanpa perlu larut dalam arus kenikmatan bersama kekuasaan dan kini getol melawan kesewenang-wenangan oligarki.

Tak heran bila di kalangan aktivis, nama Agus Jabo Priyono tidak asing lagi. Agus Jabo Priyono, aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII). Di Universitas Negeri Sebelas Maret Solo (UNS), terlibat pergerakan mahasiswa menentang rezim Orde Baru; dan turut mendirikan PRD. Dalam rentang waktu yang panjang itu, setidaknya kurang lebih 30 tahun, Agus Jabo mengabdikan hidupnya bagi pembelaan hak-hak rakyat kecil. Lebih dari separuh jalan hidupnya dihabiskan dalam perjuangan demokrasi dan keadilan sosial.

Kini di tengah menguatnya cengkraman kaum 1 % oligarki dalam kehidupan rakyat 99%, Agus Jabo Priyono, masih bersemangat berjuang bersama rakyat dengan menjadi Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), partai yang diinisiasi PRD bersama gerakan rakyat: buruh, petani, kaum miskin kota, perempuan, pekerja seni-budaya, mahasiswa serta gerakan sosial lainnya untuk perjuangan elektoral 2024. Rekam jejak perjuangan yang baik itulah yang membuat banyak orang mengusulkan agar Agus Jabo Priyono bisa mewarnai pemilihan Presiden Indonesia di tahun 2024.

Menanggapi hasil polling Citra Opini Polling Study (COPS) yang memunculkan nama-nama tokoh muda yang dijagokan rakyat menjadi RI 1 pada 2024, pengamat Intelijen, Surya Fermana berpendapat bahwa ada suara arus bawah masyarakat Indonesia yang menghendaki perubahan melawan dominasi kemapanan oligarki. Itu terlihat dari munculnya nama Agus Jabo Priyono (AJP), tokoh muda pendobrak terciptanya Reformasi 98 yang konsisten menentang tirani dan oligarki. Perkiraan SF, ke depan makin banyak para kaum muda progresif yang akan bergabung berjuang bersama AJP dalam Platform Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed