Lewat Edukasi Kebangsaan, Senator Riri Mencitakan Indonesia Jaya 2040

oleh
Bengkulu – Ketika Sumpah Pemuda dicetuskan, penjajahan Belanda masih berkuasa dan mengendalikan seluruh alat kekerasan negara seperti persenjataan, peradilan, penjara, hingga perundang-undangan. Saat itu, belum ada yang mengetahui kapan Indonesia akan merdeka.
Lewat edukasi kebangsaan, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mencita-citakan Indonesia dapat berjaya pada tahun 2040 mendatang. Menurutnya, bila setiap pemuda yang hidup saat ini punya tekad bersama untuk mencapai hal tersebut, maka insya Allah hal itu akan terwujud.
“Indonesia adalah bangsa bermental pemenang. Juara Piala Thomas yang barusan Indonesia raih meski 19 tahun lepas adalah bukti betapa rasa bangga sebagai Indonesia mampu menyatukan segenap bangsa. Kalau tekad ini digenggam oleh semua pemuda saat ini, insya Allah Indonesia berjaya 2040,” kata Hj Riri Damayanti John Latief, kemarin.
Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, pemuda punya peranan penting dalam perkembangan bangsa dan negara Indonesia ketika memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan rasa akan cinta tanah air.
“Makanya edukasi kebangsaan ini menjadi materi penting bagi saya selaku Anggota DPD RI. Karena Indonesia hidup di tengah-tengah masyarakat dengan beragam suku yang harus mempertahankan nilai-nilai luhur bangsanya sementara teknologi semakin maju,” ujar Hj Riri Damayanti John Latief.
Wakil Bendahara III Ikatan Keluarga Seluma, Manna, Kaur (SEMAKU) ini menekankan, salah satu menjaga agar semangat perjuangan bangsa Indonesia merdeka tetap hidup salah satunya bisa dengan cara tidak menggunakan media sosial untuk hal-hal negatif dan provokatif yang dapat mengganggu stabilitas kebangsaan.
“Jiwa merdeka dalam diri generasi muda sangat terganggu dengan hoaks, caci maki dan fitnah yang bertebaran di media sosial. Sehingga generasi muda kehilangan fokus untuk meraih masa depan yang baik. Hal-hal yang menganggu seperti ini harus disingkirkan untuk Indonesia jaya 2040,” sampai Hj Riri Damayanti John Latief.
Wakil Ketua Bidang OPK BKMT Dewan Masjid Indonesia Provinsi Bengkulu ini menekankan, modal terbesar yang dimiliki bangsa ini namun belum pernah dioptimalkan dengan baik adalah pemaduan antara kebangsaan dan keagamaan sebagaimana amanah sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Kalau teks Sumpah Pemuda melahirkan Indonesia merdeka, teks Resolusi Jihad yang mempertahankan kemerdekaan tersebut. Jiwa merdeka dan keagamaan ini sangat perlu dapat kembali saling mengisi sebagai penopang utama mencapai Indonesia jaya 2040. Agama adalah sarana yang Allah kasih untuk umat manusia agar bahagia dan selamat, di dunia dan akhirat,” demikian Hj Riri Damayanti John Latief.
Acara ini berlangsung dengan khidmat. Para peserta dibekali dengan materi dan di sela-sela kegiatan diadakan tanya jawab. Para peserta didominasi oleh para pemuda dan pemudi dari berbagai latar belakang pendidikan. [**]