oleh

Empat Amalan Tangkal Pandemi Covid-19

“Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Qur’an Surat As-Sajdah ayat 21.

Persis seperti ramalan seorang alim ulama jauh sebelum pergantian tahun, situasi 2021 akan lebih berat bilamana manusia tidak segera melakukan pertobatan secara massal.

Baru-baru ini, Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, menyatakan, varian baru mutasi virus corona SARS-CoV-2 yang tengah melanda sejumlah negara di dunia akan memperpanjang masa pandemi bila tak disikapi dengan hati-hati.

Kompas, Rabu (6/1/2020) kemarin melansir, rumah sakit-rumah sakit beberapa kota di Amerika Serikat telah kewalahan menangani pasien Covid-19. Di Indonesia, kondisinya tak jauh berbeda.

Kehadiran vaksin sempat menjadi oase di tengah kecemasan dunia akan dampak buruk pandemi. Namun direktur keadaan darurat Organisasi Kesehatan dunia (WHO) Michael Ryan buru-buru mengatakan vaksin bukan solusi akhir dari pandemi.

Pandemi adalah ujian dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sebelum Corona, telah ada juga begitu banyak virus yang mematikan, sebagian ujian kesabaran bagi orang beriman dan azab bagi orang kafir yang ingkar terhadap kebenaran. Apakah hal sesederhana ini tidak terpikirkan oleh akal sehat?

Kalau ujian ini dari Allah, virus itu di bawah kendali Allah, maka tidak ada solusi lain untuk lepas dari pandemi kecuali kembali kepada hukum-hukum Allah.

Mulai dari mana? Jawabannya sederhana, makmurkan rumah-rumah Allah di muka bumi sebelum memakmurkan pasar-pasar, kebun–kebun, tambang-tambang dan perkara keduniaan lainnya.

Bagaimana caranya? Ini pun sudah ada contohnya dari Baginda Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan empat amalan utama.

Pertama, dakwah, mengajak seluruh umat manusia taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Silahkan lihat buktinya, sejak Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah, dari daerah padang pasir yang gersang memancar hidayah dan menjadi asbab berdirinya sebuah kepemimpinan besar di dunia yang pernah berjaya 800 tahun lamanya.

Sejak dakwah, usaha untuk mengajak seluruh umat manusia taat kepada Allah dilakukan oleh Baginda Nabi dan para sahabat radiAllahu ‘anhum dan orang-orang sesudahnya, umat manusia berduyun-duyun menjadi orang baik, menyayangi sesama, mengamalkan agama dengan sempurna sehingga membuat setiap kampung, setiap dusun, setiap negeri, menjadi daerah-daerah yang makmur, subur dan sejahtera.

Kedua, semangat belajar dan mengajar. Jadikan rumah-rumah ibadah sebagai tempat yang nyaman, menyediakan ilmu-ilmu ilahiah dan hikmah. Jadikan setiap orang yang masuk ke rumah ibadah betah untuk mendengarkan kebaikan dan termotivasi untuk berbuat baik.

Ketiga, pusat peribadatan dan penyembahan kepada Allah. Mengenai hal ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Qur’an Surat Al-A’raf Ayat 96, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Keempat, pelayanan kepada umat. Semua masalah umat harus dapat solusi di rumah-rumah Allah mulai dari kemiskinan, pengangguran, masalah perjodohan, sampai perkara-perkara ringan seperti rang lapar bisa kenyang dan yang haus bisa dahaga ketika datang ke rumah-rumah Allah. Rumah ibadah harus menjadi magnet bagi umat, sebagai tempat penyelesaian semua masalah.

Jangan lagi rumah-rumah ibadah kalah ramai dengan diskotik, cafe, pusat perjudian dan pelacuran. Harus ada revolusi besar keagamaan untuk mengatasi masalah yang terjadi saat ini.

Gantikan rajin cuci tangan di air mengalir dengan jaga wudhu 24 jam, gantikan masker dengan cadar, jaga iman agar imun terjaga dari dosa-dosa yang bakal membawa seorang manusia ke dalam malapetaka.

Memakmurkan rumah-rumah Allah agar manusia kembali berhukum kepada hukumnya Allah, itulah satu-satunya solusi untuk mengatasi pandemi.

Wallahu a’lam bis-shawab.

Rudi Nurdiansyah, Mubaligh Anggut Bawah Kota Bengkulu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed