oleh

Support Pengidap Kanker

SatuTinta.com, Bengkulu – Tepat pada hari ini, Kamis (4/2/2021), dunia memperingati Hari Kanker dengan tema “I Am And I Will” yang berarti sebuah komitmen dalam diri untuk melakukan sebuah tindakan dalam menyongsong dunia yang lebih sehat dan lebih cerah tanpa kanker.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengaku sangat tertarik dengan tema yang mengandung makna akan pentingnya kekuatan kerja sama dan aksi kolektif yang abadi.

“Saat semua memilih bersatu untuk melakukan hal yang sama, insya Allah apapun akan bisa tercapai. Apapun tindakan itu, besar maupun kecil, di lingkungan, di komunitas, semua memiliki arti yang positif. Ini tema yang menarik dan semangat yang sama harusnya dimiliki untuk melawan dampak negatif pandemi covid-19, ketertinggalan, kemiskinan, pengangguran, dan semua problem manusia,” Riri Damayanti mengatakan.

Dewan Penasehat DPD Generasi Anti Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu ini menjelaskan, sakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian yang tinggi di dunia dan di Indonesia dan di Indonesia kanker payudara merupakan kanker terbanyak dan tertinggi.

“Saat pandemi ini pasti berdampak terhadap pelayanan kesehatan dan upaya deteksi dini kanker. Dalam momen hari kanker ini, semoga para penyandang kanker terutama kanker payudara tetap mendapatkan pengobatan dan penanganan terbaik dari setiap fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh tanah air

Alumni Psikologi Universitas Indonesia ini menambahkan, hingga saat ini obat penyembuh kanker memang belum ditemukan dan terus menjadi hantu yang menangkutkan bagi umat manusia meski harapan selalu ada terhadap orang yang menerapkan gaya hidup sehat.

“Jumlah kasusnya terus meningkat setiap tahun. Celakanya peningkatan secara signifikan terjadi di negara-negara kurang makmur. Di negara-negara yang punya pendapatan tinggi, penyintas kanker terdeteksi sejak dini dan diobati dengan tepat,” papar Riri Damayanti.

Magister Manajemen Universitas Bengkulu ini berharap setiap jenjang pemerintah dari pusat hingga daerah sama-sama memiliki komitmen yang kuat meningkatkan optimisme masyarakat dalam memerangi kanker agar setiap orang dapat memiliki peran mengurangi jumlah kematian dini akibat kanker.

“Biaya pengobatan kanker tergolong mahal. Bagi penyintas kanker dari kalangan tidak mampu, saya berharap pemerintah pusat dan daerah bekerjasama untuk membiayai. Kalau masih kurang, gugah kesadaran masyarakat agar mau bergotong royong. Dengan gotong royong, insya Allah semua pasti tertolong,” demikian Riri Damayanti.

Tema ‘I Am And I Will’ telah bergema elama dua tahun terakhir. Tahun 2021 adalah tahun terakhir kampanye ‘I Am And I Will’ untuk mendorong setiap orang melakukan hal positif dan tindakan kecil yang memiliki dampak dan bermakna.

Misalnya dengan membagikan kisah perjuangan melawan kanker, mengatasi setiap masalah yang dihadapi hingga mencapai kesembuhan. Atau bahkan kisah tersebut dibuat dalam poster khusus mengenai yang berisi informasi misal bagaimana pola hidup sehat agar terhindar dari kanker.

Langkah yang tak kalah penting adalah dengan cara melakukan penggalangan dana dan menyalurkannya melalui lembaga-lembaga terpercaya yang sedang melakukan penelitian terkait kanker atau memberikannya kepada mereka yang menderita kanker. [MM]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed