oleh

Jangan Mudik Dulu, Covid-19 Masih Tinggi

SatuTinta.com, Bengkulu – Provinsi Bengkulu saat ini menjadi daerah yang mendapat sorotan dari Pusat, karena peningkatan jumlah kasus konfirmasi Covid-19 yang menduduki urutan ke 12 secara nasional.

Bahkan dengan tingginya peningkatan kasus konfirmasi setiap hari, bahkan ada yang melebihi angka 100 perhari dan data terbaru mencatat terjadi penambahan sebanyak 65 kasus, Provinsi Bengkulu ditetapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro bersama 22 daerah lainnya di Indonesia.

Kondisi mirisnya perkembangan kasus konfirmasi Covid 19 di Provinsi Bengkulu tersebut, mau tidak mau upaya penyekatan wilayah khususnya antar provinsi harus dilaksanakan, termasuk larangan aktifitas buka puasa dan halal bihalal saat lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah nanti.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Hj Riri Damayanti John Latief mengajak partisipasi masyarakat untuk taat dengan protokol kesehatan dan ikuti imbauan Pemerintah.

“Covid-19 kasus terkonfirmasi di Bengkulu sudah menembus angka 7 ribuan, dengan sembuh sekitar 6 ribuan. Artinya masih ada kasus aktif sebanyak 900 orang, termasuk angka kematian, Bengkulu masuk daerah tertinggi secara nasional yakni, 175 orang, membuat Bengkulu tidak bisa berbangga lagi, karena zonanya sudah masuk menengah,” kata Riri Damyanti.

Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu memimta masyarakat untuk tidak dulu mudik dan tidak berkerumunan di tempat wisata.

“Rumah sakit sudah penuh. Saya yakin petugas kesehatan sudah kewalahan dalam menangani pasien. Makanya perlu dan penting sekali untuk selalu ditegaskan, selama libur idul fitri tahun ini, tidak perlu liburan dan tetap patuhi protokol kesehatan,” tegasnya lagi.

Diketahui, Pemerintah telah memberlakukan larangan mudik di tahun ini. Bukan tanpa alasan, mengingat peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 yang sangat signifikan.

Hal ini diperburuk lagi adanya varian baru Virus Corona dari luar negeri yang telah masuk ke Indonesia. Untuk itu masyarakat perlu untuk memahami kondisi yang terjadi saat ini dengan sayangi diri sendiri keluarga dan lingkungan sekitar dengan patuhi protokol kesehatan (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) dimanapun berada untuk mencegah penyebaran Covid-19.

DI era perkembangan Teknologi Komunikasi saat ini memungkinkan masyarakat untuk dapat saling bersilaturahmi tatap muka dengan jarak jauh. Meski tidak sehangat saat bertemu, opsi ini bisa menjadi solusi terbaik agar keluarga di Kampung mendapatkan imbas dari beberapa wilayah sudah dinyatakan zona merah dan orange. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed